Panduan Paling Banyak Dicari

Perbedaan Nameserver dan DNS (Domain Name System)

domain name server

Internet kini sudah bukan hal yang baru dalam kehidupan sehari-hari. Setiap aspek kehidupan saat ini sudah memanfaatkan layanan internet untuk memudahkannya. Ketika Anda menggunakan layanan internet, Anda pasti berpikir bagaimana komputer Anda bisa diarahkan ke alamat yang ingin dituju. Ya, pertanyaan ini adalah pertanyaan umum yang sering ditanyakan oleh setiap pengguna internet. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan nameserver dan DNS. Nah, sebenarnya apa yang dimaksud dari kedua istilah ini? Berikut ini penjelasannya.

Dalam dunia teknologi terutama internet, ada dua buah istilah yang juga sering didengar namun tidak begitu dipahami oleh penggunanya, yakni DNS dan Nameserver. Kedua istilah ini adalah istilah yang sebenarnya saling berkaitan dengan fungsi yang saling melengkapi. Nah, untuk bisa mengenal lebih jelas tentang kedua istilah yang sering digunakan dalam dunia teknologi ini, ada beberapa poin yang akan membantu untuk bisa memahaminya dengan lebih baik.

A. Mengenal Pengertian Nameserver dan DNS (Domain Name System)

Untuk mengenal lebih dekat tentang kedua istilah tersebut, tentu saja hal pertama yang harus dipahami adalah pengertian dari keduanya. Nameserver bisa diartikan secara harfiah sebagai nama yang akan mengarahkan domain atau komputer pemilik ke sebuah provider hosting atau server penyedianya. Karena nameserver ini akan disediakan oleh hosting server yang Anda gunakan, maka penamaan dari nameserver sendiri akan berbeda-beda pada setiap layanan tergantung pada konfigurasi atau pengaturan yang dilakukan.

Sementara itu, DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang mana merupakan standar yang digunakan dalam mengatur pemberian nama publik pada sebuah website. Atau secara sederhana, bisa juga dikatakan jika DNS adalah sebuah sistem yang bertugas untuk menyimpan segala informasi maupun data dari domain pemilik situs yang berada di jaringan komputer. DNS ini juga bisa menjadi penerjemah dari nama situs (domain) menjadi sebuah alamat internet. Dengan peran dari DNS ini maka setiap orang yang hendak mengakses sebuah situs di internet akan diarahkan oleh DNS Server pada alamat IP situs tersebut. DNS ini sendiri dibagi lagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan fungsi dari masing-masing jenis tersebut.

B. Tipe (Record Types) DNS berdasarkan Fungsinya

Di dalam DNS sendiri juga terdapat bagian-bagian tertentu dengan peran yang berbeda pula. Salah satunya adalah yang disebut sebagai zone records. Zone records ini adalah sebuah bagian dari DNS yang berperan sebagai penyimpanan dari konfigurasi DNS Server serta menampilkan pemetaan dari nama domain itu sendiri. Zone record ini dibagi lagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan jenis atau informasi yang disajikan di dalamnya. Tipe-tipe itu adalah sebagai berikut.

1. A (Address) Record

Jenis record pertama bernama Address atau yang sering disingkat dengan A Record. Di dalam A Record ini terdapat IPV4, yang merupakan sebuah alamat IP 32bit yang memiliki format penulisan yang umumnya menggunakan ‘www’. Fungsi utama dari record ini adalah untuk memetakan nama dari host domain ke IPV4 yang statis dan sudah ada di dalamnya menjadi alamat IP. Untuk memetakannya adalah dengan menambahkan alamat IP pada konfigurasi A Record agar bisa memetakan domain dari sebuah alamat website.

2. AAAA record

Jenis record yang kedua bernama AAAA Record. Berbeda dengan A Record, jenis record ini berisi IPV6. Keduanya pada dasarnya memiliki fungsi yang sama namun menghasilkan format alamat hasil yang berbeda. Jika pada A record alamat yang diterima adalah IPV4, maka AAAA menghasilkan IPV6.

3. CName Record

Jenis record ini berfungsi sebagai nama alias dari satu domain. Dengan adanya nama alias ini maka bisa menjadi alternatif dimana memungkinkan untuk memiliki nama host lebih dari satu yang berbeda.

4. Mail Exchange (MX)

Jenis record ini hanya digunakan untuk memetakan konfigurasi pada server email. Record ini akan berfungsi jika Anda ingin memiliki email hosting dengan nama domain yang bisa dipilih sendiri, maka Anda harus menggunakan record ini.

C. TTL (Time to Live)

Di dalam pemahaman tentang DNS, dikenal juga istilah TTL (Time to Live). Istilah ini adalah jumlah waktu yang akan digunakan oleh nameserver untuk melakukan perubahan pada DNS. Untuk TTL, satuan waktu yang digunakan adalah detik atau second. Jika nilai TTL yang ditunjukkan adalah 86400, maka itu artinya ada waktu 86400 detik atau setara dengan 24 jam untuk bisa melihat data cache lama sebelum benar-benar dilakukan perubahan pada data DNS tersebut.

Nah, itulah tadi poin-poin yang perlu Anda ketahui untuk mengenal lebih dalam tentang sistem dan cara kerja dari DNS serta hubungan antara keduanya. Dengan memahami kedua istilah tersebut, maka Anda bisa menjalankan website atau laman Anda dengan lebih baik. Semoga informasi tersebut bermanfaat.